Malang (pinbasmui.com) – Workshop Product Storytelling dan Branding Inklusif untuk Penguatan Daya Saing Produk UMKM Difabel diselenggarakan oleh Yayasan Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) bekerjasama dengan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) pada hari Kamis, 11 September 2025.

Menurut Dr. Ifah Rofiqoh, didampingi Erna Fitri Komariyah, SE, M.Sc, dan Popy Andiyansari, S.Sos, MA, Dosen UTY Yogyakarta, kepada wartawan media online PWMOI YK, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM difabel dalam mengemas produk mereka melalui strategi storytelling yang menarik dan branding yang inklusif. Peserta akan dibekali pengetahuan serta praktik langsung mengenai cara membangun narasi produk yang kuat, menggali nilai unik dari pengalaman personal maupun komunitas, hingga menerapkannya dalam strategi pemasaran.

Lebih lanjut Ken Kerta dari Linkar Sosial Indonesia (LINKSOS), mengatakan bahwa workshop ini juga merupakan bagian dari program Omah Difabel—sebuah inisiatif pemberdayaan sosial, ekonomi, dan kesehatan yang diinisiasi oleh LINKSOS. Melalui program ini, UMKM difabel tidak hanya difasilitasi untuk memperkuat identitas brand dan daya saing produk, tetapi juga didorong untuk membangun kemandirian serta memperluas jejaring pemasaran yang inklusif.

Harapan dari kegiatan ini diantaranya dengan adanya sinergi antara komunitas, perguruan tinggi, dan lembaga sosial, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan difabel yang berkelanjutan sekaligus mendukung terciptanya masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan sejahtera.

Dialog antara Dr. Ifah Rofiqoh, didampingi Erna Fitri Komariyah, SE, M.Sc, dan Popy Andiyansari, S.Sos, MA, (Dosen UTY) dengan wartawan media online PWMOI YK:

Wartawan PWMOI YK:
Semangat pagi, Bu Ifah. Kami mendapat informasi bahwa hari Kamis, 11 September 2025, UTY bersama Yayasan Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) menyelenggarakan workshop untuk UMKM difabel. Bisa dijelaskan tujuan utama dari kegiatan ini?

Dr. Ifah Rofiqoh, didampingi Erna Fitri Komariyah, SE, M.Sc, dan Popy Andiyansari, S.Sos, MA,:
Semangat pagi juga untuk kita semua. Betul sekali, kegiatan ini kami desain untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM difabel dalam mengemas produk mereka. Fokusnya pada product storytelling dan branding yang inklusif. Jadi peserta akan belajar bagaimana menyusun narasi produk yang kuat, menggali nilai unik dari pengalaman pribadi maupun komunitas, lalu mengaplikasikannya dalam strategi pemasaran yang menarik.

Wartawan PWMOI YK:
Menarik sekali, Bu Ifah. Apakah workshop ini hanya sebatas pelatihan teknis, atau ada kaitan dengan program yang lebih luas?

Dr. Ifah Rofiqoh, didampingi Erna Fitri Komariyah, SE, M.Sc, dan Popy Andiyansari, S.Sos, MA,:
Workshop ini merupakan bagian dari program Omah Difabel, yaitu inisiatif pemberdayaan sosial, ekonomi, dan kesehatan yang diinisiasi oleh LINKSOS. Melalui program ini, UMKM difabel tidak hanya belajar memperkuat identitas brand dan daya saing produk, tetapi juga didorong untuk membangun kemandirian usaha serta memperluas jejaring pemasaran yang inklusif.

Wartawan PWMOI YK:
Bagaimana harapan Ibu dengan adanya workshop dan program Omah Difabel ini?

Dr. Ifah Rofiqoh, didampingi Erna Fitri Komariyah, SE, M.Sc, dan Popy Andiyansari, S.Sos, MA,::
Harapan kami, dengan adanya sinergi antara komunitas, perguruan tinggi, dan lembaga sosial, ekosistem kewirausahaan difabel bisa semakin kuat dan berkelanjutan. Lebih dari itu, kegiatan ini juga diharapkan mendukung terciptanya masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan sejahtera.

Workshop Storytelling & Branding Inklusif: Menguatkan UMKM Difabel melalui Omah Difabel

Malang (pinbasmui.com) – Suasana penuh semangat tampak di ruang workshop pada Kamis, 11 September 2025. Yayasan Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS), Ken Kerta, bersama Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) menggelar kegiatan bertajuk Workshop Product Storytelling dan Branding Inklusif untuk Penguatan Daya Saing Produk UMKM Difabel.

Bagi Dr. Ifah Rofiqoh, didampingi Erna Fitri Komariyah, SE, M.Sc, dan Popy Andiyansari, S.Sos, MA, dosen UTY Yogyakarta sekaligus narasumber utama, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan upaya strategis untuk menghadirkan ruang belajar yang memberdayakan.

“Workshop ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM difabel dalam mengemas produk mereka. Peserta diajak untuk membangun narasi produk yang kuat, menggali nilai unik dari pengalaman personal maupun komunitas, lalu mengaplikasikannya dalam strategi pemasaran,” jelas Dr. Ifah kepada wartawan media online PWMOI Yogyakarta.

Narasi Produk yang Membawa Nilai

Storytelling kini menjadi salah satu strategi penting dalam dunia pemasaran. Bukan hanya soal menjual produk, tetapi juga menghadirkan cerita yang mampu menyentuh emosi dan memberi makna. Di sinilah UMKM difabel memiliki kekuatan unik: pengalaman hidup yang penuh perjuangan dan inspirasi dapat menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki produk massal.

“Dengan cara ini, produk tidak hanya tampil menarik, tetapi juga membawa pesan inklusi dan keberdayaan,” tambah Dr. Ifah.

Omah Difabel: Lebih dari Sekadar Program

Kegiatan ini merupakan bagian dari Omah Difabel, sebuah inisiatif pemberdayaan sosial, ekonomi, dan kesehatan yang diinisiasi oleh LINKSOS. Melalui program ini, UMKM difabel tak hanya difasilitasi memperkuat identitas brand, tetapi juga didorong untuk lebih mandiri dan memperluas jejaring pemasaran yang inklusif.

Omah Difabel hadir sebagai ruang kolaborasi. Komunitas, perguruan tinggi, hingga lembaga sosial dirangkul untuk saling bersinergi, menciptakan ekosistem kewirausahaan difabel yang berkelanjutan.

Harapan: Inklusi yang Nyata

Di akhir wawancara, Dr. Ifah Rofiqoh, didampingi Erna Fitri Komariyah, SE, M.Sc, dan Popy Andiyansari, S.Sos, MA, menyampaikan harapan besar dari workshop ini.
“Dengan sinergi antara komunitas, perguruan tinggi, dan lembaga sosial, kami berharap terbentuk ekosistem kewirausahaan difabel yang berkelanjutan. Lebih dari itu, kegiatan ini mendukung terciptanya masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan sejahtera,” ungkapnya.

Melalui langkah-langkah kecil namun berkesinambungan seperti workshop ini, UMKM difabel tidak hanya mendapat pelatihan keterampilan, tetapi juga pengakuan akan potensi mereka. Sebuah langkah nyata menuju Indonesia yang lebih inklusif.

By MUI PINBAS

PINBAS MUI DIY, pusat inkubasi bisnis syariah. Sebuah lembaga yang kegiatannya mendampingi pelaku usaha UMKM dan Koperasi syariah serta media preneur terutama di DIY