
Kultum Ramadhan kali ini membahas tentang Pembukaan Kelas Ramadhan Naik Kelas & UMKM Naik Kelas & Tarhib Ramadhan Bersama Tim PINBAS MUI DIY & DMI DIY Biro Diklat & Biro Ekonomi dan Pemberdayaan Umat.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji hanya milik Allah SWT yang telah mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan, bulan tarbiyah, bulan perubahan, dan bulan kebangkitan iman serta amal.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik dalam ibadah, muamalah, dan pemberdayaan umat.
Jamaah rahimakumullah,
Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah ritual, tetapi bulan pendidikan kehidupan. Imam Al-Ghazali menyebut Ramadhan sebagai madrasah ruhani, tempat jiwa ditempa agar naik derajatnya.
Karena itu, tema “Ramadhan Naik Kelas” sangat relevan. Ramadhan tidak boleh statis. Iman harus bertumbuh, akhlak harus terus diusahakan membaik, dan kebermanfaatan sosial orang beriman diusahakan terus meningkat dari waktu ke waktu.
Ramadhan Naik Kelas: Dari Ibadah ke Perubahan
Ramadhan naik kelas berarti terkait dengan edukasi seputar:
- Dari sekadar menahan lapar menuju pengendalian hawa nafsu
- Dari rutinitas ibadah menuju kualitas taqwa, perbuatan yang menyala
- Dari kesalehan pribadi menuju kesalehan sosial
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, tujuan puasa adalah agar kita bertaqwa, di waktu sekarang dan di waktu yang akan datang, bukan sekadar agar kita merasakan lapar selama ramadhan saja, tapi bagaimana sikond kita selama ramadhan dan sesudahnya.
UMKM Naik Kelas: Ibadah yang Berdampak Ekonomi
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Islam tidak memisahkan antara ibadah dan ikhtiar ekonomi. Rasulullah SAW adalah teladan seorang hamba Allah yang shalih sekaligus pelaku usaha yang amanah.
Karena itu, Ramadhan juga dapat dimaknai sebagai momentum UMKM naik kelas terkait dengan edukasi seputar:
- Naik kelas dari usaha bertahan menjadi usaha berkelanjutan
- Naik kelas dari sekadar mencari untung (profit) menjadi usaha yang halal, berkah, dan berdampak (benefit)
- Naik kelas dari sendiri-sendiri menuju kolaborasi antara usaha umat
Inilah semangat yang terus dibangun bersama Tim PINBAS MUI DIY, Biro Ekonomi dan Pemberdayaan Umat, serta Biro Diklat DMI DIY.
Kolaborasi Ilmu, Dakwah, dan Pemberdayaan
Kelas Ramadhan dan UMKM naik kelas ini menghadirkan para pemateri yang insyaAllah kompeten dan amanah, di antaranya:
- Dr. H. Nur Ahmad Ghozali (DMI DIY) – penguatan ruhani dan nilai Ramadhan
- Dr. Lukis Alam (PINBAS DIY) – UMKM, teknologi, dan daya saing usaha
- Dr. Mir’atun Nisa (PINBAS DIY) – pendampingan spiritual dan sosial umat
- Jumarodin, MM, dan tim PINBAS DIY – penguatan ekosistem ekonomi bisnis umat bersama ABCGFM.
Ini menunjukkan bahwa dakwah hari ini harus terintegrasi:
menguatkan iman, memperbaiki akhlak, dan memberdayakan ekonomi bisnis umat makin nyata, menyala, halal, berkah, berdampak, dan berkelanjutan.
Jamaah rahimakumullah,
Mari kita niatkan keikutsertaan dalam kelas ini sebagai bagian dari ibadah Ramadhan baik sebelum, selama dan sesudahnya. Sebab setiap kita tahu bahwa Belajar adalah ibadah, berusaha adalah ibadah, dan memberdayakan sesama umat adalah juga ibadah.
Semoga Ramadhan ini benar-benar membawa kita naik kelas:
- Imannya naik
- Ilmunya naik
- Amal dan ekonomi bisnisnya naik
- Serta keberkahan hidupnya kita semua makin baik dan meningkat
Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

TARHIB RAMADHAN
Menyambut Ramadhan dengan Ilmu, Kolaborasi, dan Pemberdayaan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji hanya milik Allah SWT yang kembali mempertemukan kita dengan momentum Tarhib Ramadhan, sebuah ikhtiar menyambut bulan suci dengan persiapan yang terbaik—iman, ilmu, dan amal.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan dalam menyambut Ramadhan dengan kesungguhan, perencanaan, dan keteladanan.
Hadirin rahimakumullah,
Dalam rangka Tarhib Ramadhan, Tim PINBAS MUI DIY bekerja sama dengan DMI DIY melalui Biro Diklat dan Biro Ekonomi Pemberdayaan Umat menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) di berbagai tempat, dengan melibatkan jejaring ABCGFM:
- Akademisi
- Businessmen
- Community
- Government
- Financial Institution
- Media
Kolaborasi ini menjadi ikhtiar bersama agar Ramadhan tidak disambut secara rutin dan seremonial, tetapi dengan kesadaran, kesiapan, dan peningkatan kualitas semua pihak.
Ramadhan Perlu Disambut dengan Ilmu dan Edukasi
Para ulama mengajarkan bahwa Ramadhan adalah madrasah, sekolah kehidupan. Maka sudah seharusnya ia disambut dengan edukasi, dan diusahakan naik kelas, makin baik, bukan sekadar euforia.
Melalui FGD ini, kita berharap:
- Semua pihak merasa mendapat pencerahan
- Semua unsur umat merasa dilibatkan
- Semua peserta siap menyambut Ramadhan lebih baik dari tahun sebelumnya
Lebih baik ibadahnya, lebih baik akhlaknya, dan lebih kuat kepedulian sosial-ekonominya dengan sesama dimana saja, kapan saja, baik lokal, nasional dan global.
Dakwah Kolaboratif untuk Umat yang Kuat
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Tantangan umat hari ini tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri.
Dakwah Ramadhan pun harus kolaboratif:
- Akademisi dengan ilmunya
- Pelaku usaha dengan pengalaman, karyanya
- Komunitas dengan gerak nyatanya, yang terus menyala.
- Pemerintah dengan kebijakannya yang peduli dan berempati
- Lembaga keuangan dengan dukungan CSR-nya, sinergi programnya.
- Media dengan penyebaran nilai kebaikannya dengan beritanya, tulisannya yang membahana
Inilah semangat FGD Tarhib Ramadhan yang kita bangun bersama.
Mari kita niatkan kehadiran kita dalam forum-forum FGD ini sebagai bagian dari ibadah menyambut Ramadhan, baik bersama kelompok kita atau antara kelompok, dalam mendukung berbagai gerakan umat yang baik seperti saat ini disamping sambut ramadhan, juga adanya Nasional Halal Fair KDEKS DIY (Komite Daerah Ekonomi Keuangan Syariah), yang berlangsung dari 9 Februari – 20 Maret 2026 di DIY.
Semoga dengan Belajar bersama, berdiskusi bersama, dan berikhtiar bersama, Ramadhan tahun ini lebih bermakna, lebih berdampak, dan lebih memberdayakan umat dan sesama makin baik.
Semoga Allah SWT memberkahi langkah kita, mempertemukan kita dengan Ramadhan dalam keadaan siap lahir dan batin, serta menerima seluruh amal kita.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


