Yogyakarta — Semangat Ramadhan sebagai momentum peningkatan kualitas iman dan usaha kembali digaungkan melalui kegiatan “Ikutilah Ramadhan Naik Kelas, UMKM Naik Kelas” yang akan diikuti oleh 1.001 Kader Aisyiyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Halal Centre Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sebagai bagian dari ikhtiar dakwah pemberdayaan ekonomi umat berbasis nilai halal, thayyib, dan keberkahan usaha, khususnya bagi pelaku UMKM perempuan Aisyiyah.

Acara akan menghadirkan Ketua PINBAS MUI DIY sebagai pemateri utama yang akan menyampaikan penguatan literasi halal, peran Ramadhan dalam peningkatan kualitas spiritual pelaku usaha, serta strategi agar UMKM naik kelas secara legal, halal, dan berdaya saing.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak strategis, di antaranya:

  • Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DIY
  • Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) se-DIY
  • Halal Centre UMY
  • Halal Centre UAD
  • LP4H PWM DIY

Kolaborasi ini menunjukkan sinergi kuat antara perguruan tinggi, ormas perempuan, dan lembaga halal dalam mendorong ekosistem UMKM yang berkelanjutan dan berbasis nilai Islam.

Acara Ramadhan Naik Kelas ini akan dilaksanakan pada:

  • Hari/Tanggal: Sabtu, 28 Februari 2026
  • Waktu: Pukul 09.00 – 12.00 WIB
  • Tempat: Masjid UNISA Yogyakarta

Melalui kegiatan ini, diharapkan para kader Aisyiyah tidak hanya semakin kuat secara spiritual di bulan Ramadhan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak UMKM halal di lingkungan masing-masing, sehingga Ramadhan benar-benar menjadi momentum naik kelas—baik iman maupun usaha.

Bagi kader dan peserta yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi CP Panitia (WhatsApp): 0822-2154-3089.

RAMADHAN NAIK KELAS & UMKM NAIK KELAS

Perspektif Imam Al-Ghazali dan Tantangan UMKM Zaman Sekarang

Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dan transformasi hidup. Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa puasa memiliki tingkatan, sebagaimana manusia dan amalnya juga bertingkat. Demikian pula UMKM: tidak cukup bertahan, tetapi harus naik kelas agar usahanya, produknya, halal, berkah, tumbuh, berkembang, dan berkelanjutan.


I. RAMADHAN NAIK KELAS: TIGA TINGKATAN PUASA MENURUT IMAM AL-GHAZALI

1. Puasa Umum (Puasa Biasa)

Definisi:
Menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri sejak fajar hingga maghrib.

Ciri:

  • Sah secara fiqih
  • Fokus pada aspek fisik
  • Belum menyentuh pengendalian lisan, mata, dan hati

Pesan Ramadhan:

Puasa ini menggugurkan kewajiban, tetapi belum tentu mengangkat derajat.


2. Puasa Khusus

Definisi:
Puasa anggota badan dari perbuatan dosa.

Ciri:

  • Menjaga lisan dari ghibah, dusta, dan fitnah
  • Menjaga mata dari hal yang haram
  • Menjaga telinga dari kemaksiatan
  • Menjaga tangan dan kaki dari yang tidak diridhai Allah

Pesan Ramadhan:

Puasa bukan hanya menahan lapar, tapi menahan diri dari maksiat.


3. Puasa Khususul Khusus

Definisi:
Puasa hati dari selain Allah.

Ciri:

  • Hati bersih dari riya, sombong, dan cinta dunia berlebihan
  • Semua aktivitas diniatkan ibadah
  • Bisnis, kerja, dan usaha menjadi jalan taqarrub kepada Allah

Pesan Ramadhan:

Inilah puasa para nabi, ulama, dan orang-orang yang dekat dengan Allah.


II. UMKM NAIK KELAS: TIGA TINGKATAN TRANSFORMASI USAHA

Sebagaimana puasa bertingkat, UMKM pun bertingkat. Tidak semua usaha langsung digital, tapi semua harus bertahap dan berproses.


1. UMKM Legal (Level Dasar – Sah & Aman)

Ciri:

  • Memiliki NIB
  • Produk jelas dan halal (punya sertifikasi halal)
  • Mengerti dasar pencatatan keuangan (dicatat setiap hari agar terbiasa tertib jalani usahanya)
  • Usaha diakui negara dan dilindungi hukum

Makna Spiritual:

Usaha yang halal dan tertib adalah fondasi keberkahan.

Analogi Puasa:
👉 Puasa Umum — sah, tapi baru tahap awal.


2. UMKM Modern (Level Berkualitas & Profesional)

Ciri:

  • Kemasan menarik dan higienis
  • Standar produksi jelas
  • Manajemen lebih rapi
  • Pelayanan konsumen baik, prima, ramah, jelas, tegas.

Makna Spiritual:

Allah mencintai hamba yang bekerja dengan itqan (profesional).

Analogi Puasa:
👉 Puasa Khusus — bukan hanya sah, tapi berkualitas.


3. UMKM Digital (Level Dampak & Berkelanjutan)

Ciri:

  • Pemasaran digital (WA, IG, marketplace)
  • Branding yang kuat
  • Jangkauan pasar luas
  • Siap kolaborasi dan naik skala dari usaha mikro, kecil, ke menangah (UMKM).

Makna Spiritual:

Usaha bukan hanya untuk diri sendiri, tapi memberi manfaat luas bantu kebutuhan sesama. itulah niat baik pelaku usaha yang seharusnya dipahami. Sehingga bisa masuk surga lewat pintu dunia usaha. Sebab orangnya jujur dan dermawan, usahanya tiak hanya beri profit tapi juga benefit.

Analogi Puasa:
👉 Puasa Khususul Khusus — usaha menjadi ibadah dan dakwah.


III. BENANG MERAH: DARI PUASA KE USAHA

Puasa (Imam Al-Ghazali)UMKM Naik KelasMakna
Puasa UmumUMKM LegalSah dan tertib
Puasa KhususUMKM ModernBerkualitas, professional
Puasa Khususul KhususUMKM DigitalBerdampak dan berkelanjutan

Penutup (Pesan Ramadhan)

Ramadhan yang naik kelas akan melahirkan pribadi yang bertaqwa.
UMKM yang naik kelas akan melahirkan ekonomi umat yang kuat dan bermartabat.

Jika puasa kita naik kelas, niat usaha pun ikut lurus.
Jika usaha kita naik kelas, manfaatnya akan dirasakan umat.

“Bekerja dengan niat ibadah adalah jalan menuju keberkahan dunia dan akhirat.”

Wallāhu a‘lam bish-shawāb.

By MUI PINBAS

PINBAS MUI DIY, pusat inkubasi bisnis syariah. Sebuah lembaga yang kegiatannya mendampingi pelaku usaha UMKM dan Koperasi syariah serta media preneur terutama di DIY