
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillah, kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, suri teladan terbaik dalam akhlak dan kepemimpinan.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan kali ini, mari kita renungkan bersama tentang bahaya korupsi, kolusi, dan nepotisme, atau yang sering kita singkat dengan KKN.
KKN adalah penyakit sosial dan politik yang sangat merusak:
- Korupsi adalah tindakan menggelapkan, mencuri, atau menyalahgunakan amanah untuk kepentingan pribadi atau golongannya.
- Kolusi adalah kerja sama jahat antara pihak-pihak tertentu demi keuntungan pribadi atau kelompoknya.
- Nepotisme adalah memberikan jabatan atau fasilitas kepada keluarga atau teman tanpa pertimbangan kemampuan atau keadilan.
Ketiga hal ini bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang luhur.
1. Korupsi: Pengkhianatan Amanah
Dalam Islam, amanah adalah hal yang sangat besar. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya…”
(QS. An-Nisa: 58)
Dan Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak beriman orang yang tidak dapat dipercaya (amanah).”
(HR. Ahmad)
Korupsi adalah bentuk pengkhianatan amanah yang bukan hanya merugikan negara dan masyarakat, tapi juga mengundang murka Allah SWT.
2. Kolusi: Menutup Jalan Keadilan
Kolusi membuat keputusan-keputusan publik disalahgunakan untuk kepentingan sempit. Dalam Islam, keadilan adalah prinsip utama. Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, karena Allah, ketika menjadi saksi. Janganlah kebencian terhadap suatu kaum mendorong kamu berlaku tidak adil.”
(QS. Al-Ma’idah: 8)
Kolusi menghancurkan prinsip meritokrasi (berdasarkan kemampuan), dan membuat orang-orang baik terpinggirkan.
3. Nepotisme: Menghancurkan Profesionalisme
Nepotisme menempatkan jabatan pada orang yang tidak layak, hanya karena hubungan darah atau kedekatan. Ini adalah bentuk kezaliman yang mengakibatkan kehancuran sistem. Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.”
(HR. Bukhari)
Jamaah sekalian,
KKN tidak hanya berdampak pada kerugian ekonomi negara, tetapi juga menghancurkan moral, memperluas kesenjangan sosial, dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin dan lembaga.
Jika kita ingin membangun bangsa yang kuat dan bermartabat, kita harus memulai dari diri sendiri:
- Jujur dalam pekerjaan.
- Amanah dalam tanggung jawab.
- Adil dalam memberi penilaian.
- Tidak memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi atau keluarga.
Harapan:
Mari kita jadikan diri kita bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Jangan biarkan budaya KKN merusak generasi penerus kita. Islam mengajarkan integritas, transparansi, dan keadilan sebagai fondasi masyarakat yang berkah dan beradab.
Semoga Allah SWT membimbing kita menjadi insan yang jujur dan bertanggung jawab dalam setiap amanah yang kita emban.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.