Totok UNISA dan Juma PINBAS: UNISA Yogyakarta dan PINBAS MUI DIY saling kerjasama untuk Perkuat Sinergi Bangun Ekosistem Halal dan Pemberdayaan Usaha Syariah di DIY

Yogyakarta, pinbasmui.com — Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta melalui Halal Centre UNISA menjalin diskusi strategis bersama PINBAS MUI DIY dalam rangka memperkuat kerja sama dan saling sinergi untuk tujuan mulia yaitu pengembangan ekosistem halal serta pemberdayaan pelaku usaha berbasis syariah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Diskusi kerja sama ini dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026, pukul 13.00 WIB, bertempat di Ruang Halal Centre UNISA, Gedung Siti Walidah Lantai 3, Kampus UNISA Yogyakarta.

Pertemuan tersebut membahas arah kolaborasi jangka pendek, menengah dan panjang antara Halal Centre UNISA dan PINBAS MUI DIY, khususnya dalam mendukung penguatan ekosistem halal di DIY dan industri halal yang berdampak, inklusif, dan berkelanjutan.

Sinergi Akademisi dan Umat dalam Ekosistem Halal

Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak sepakat bahwa pengembangan ekosistem halal di DIY membutuhkan sinergi kuat antara perguruan tinggi, lembaga keumatan, dan pelaku usaha. Halal Centre UNISA diposisikan sebagai pusat keilmuan, riset, dan pendampingan teknis, sementara PINBAS MUI DIY berperan sebagai penggerak literasi, jejaring UMKM jamaah masjid, serta penguatan nilai dan praktik bisnis syariah di tingkat komunitas desa se DIY dan kampung se Kota Yogyakarta.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan pelaku UMKM halal, mulai dari aspek legalitas produk, tata kelola usaha, pemasaran produk halal berbasis UMKM dan G2RT, mencari offtaker atau pelanggan setia, hingga kesiapan bersaing di pasar yang lebih luas.

Fokus Kolaborasi Strategis

Beberapa agenda kolaborasi strategis yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain:

  1. Pendampingan Sertifikasi Halal
    Sinergi Halal Centre UNISA dan PINBAS MUI DIY dalam edukasi, asistensi, dan pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM berbasis jamaah masjid dan komunitas.
  2. Inkubasi dan Akselerasi Bisnis Syariah
    Pengembangan program inkubasi dan akselerasi bisnis syariah yang terstruktur, mulai dari tahap ide usaha, penguatan model bisnis, hingga kesiapan akses pasar dan pembiayaan syariah.
  3. Peningkatan Kapasitas SDM
    Pelatihan dan literasi berkelanjutan bagi pelaku usaha, pendamping UMKM jamaah masjid, serta pengelola kelembagaan ekonomi umat agar memiliki kompetensi manajerial, digital, dan syariah yang memadai.
  4. Penguatan Institusi Pendukung Industri Halal
    Kolaborasi dalam riset, pengabdian masyarakat di desa desa se DIY, kampung wisata se Kota Yogyakarta, dan pengembangan kebijakan untuk memperkuat peran institusi pendidikan dan lembaga keumatan dalam mendukung industri halal DIY.

Menuju Industri Halal DIY yang Berkelanjutan

Melalui diskusi ini, UNISA Yogyakarta dan PINBAS MUI DIY menegaskan komitmen bersama untuk membangun ekosistem halal yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan regulasi, tetapi juga pada kehalalan usaha, keberkahan usaha, kemandirian ekonomi bisnis umat, dan keberlanjutan dampak sosial ari kegiatan setiap pelaku usaha dampingan Halal centre UNISA dan PINBAS MUI DIY..

Kolaborasi Halal Centre UNISA dan PINBAS MUI DIY diharapkan menjadi model sinergi strategis antara akademisi dan lembaga umat dalam memperkuat posisi DIY sebagai salah satu pusat pengembangan industri halal berbasis nilai-nilai syariah di Indonesia plus wisata ramah muslim yang terus dipersiapkan oleh para pihak terkait seperti Dinas Pariwisata DIY dan ABCGFM DIY lainnya. Academicy. Businessmen. Community. Government. Financial Institution. Media.

Kita berharap simbol seperti serambi madinah, serambi makkah, itu tidak hanya ucapan, wacana dan tulisan, tapi benar benar nyata ada di setiap kota yang memberi label sebagai kota serambi madinah, serambi makkah, misalnya. Termasuk Islam yang rahmatan lil alamin sebagaimana ada di pedoman hidup setiap umat Islam QS Al-Anbiya: 107.

By MUI PINBAS

PINBAS MUI DIY, pusat inkubasi bisnis syariah. Sebuah lembaga yang kegiatannya mendampingi pelaku usaha UMKM dan Koperasi syariah serta media preneur terutama di DIY