
Jumarodin PINBAS, dkk diskusi, hasilnya kurang lebih sebagai berikut, bertahap, berkelanjutan.
Solusi pemberdayaan untuk orang yang kurang berdaya, dirangkum dalam 10 langkah yang praktis, teruji, dan bisa diterapkan dalam konteks tim masjid, tim UMKM, tim desa wisata, maupun tim komunitas:
1. Pemetaan Masalah & Potensi Individu
Sebelum memberi bantuan, lakukan asesmen sederhana:
- Kondisi ekonomi
- Aset yang dimiliki
- Keterampilan yang sudah ada
- Minat dan potensi usaha
- Lingkungan sosial
π Prinsip: Jangan memberi solusi umum untuk masalah yang berbeda.
Pemberdayaan selalu dimulai dengan memetakan akar masalah.
2. Penguatan Mental & Spiritualitas
Orang yang kurang berdaya biasanya mengalami:
- rendah diri
- tidak percaya diri
- mental βtidak bisaβ
- ketakutan memulai usaha
Solusinya:
- bimbingan motivasi
- kajian keagamaan yang menenangkan
- mentoring personal
- role model sukses
π Tujuan: Membangun kembali self-worth dan semangat berubah.
3. Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Sebelum diberdayakan ekonomi, kebutuhan dasar harus aman:
- pangan
- kesehatan
- pendidikan
- tempat tinggal layak
Kalau kebutuhan dasar belum terpenuhi, pelatihan apa pun terasa percuma.
4. Pelatihan Keterampilan Praktis
Fokus pada keterampilan yang langsung bisa menghasilkan uang:
- kuliner, snack, minuman
- menjahit, bordir
- sablon dan kerajinan
- service HP/motor
- konten kreatif sederhana
- urban farming
- kebersihan & cuci kendaraan
π Kriteria: 7 hari belajar β 30 hari menghasilkan.
5. Pemberian Modal Produktif
Modal kecil tapi terarah:
- Rp 300.000 β Rp 5.000.000
- Alat produksi (kompor, blender, mesin jahit, peralatan sablon)
- Bahan baku awal
Harus disertai:
- pendampingan
- target hasil
- komitmen usaha
π Modal tanpa pendampingan = habis. Modal + pendampingan = tumbuh.
6. Pendampingan Intensif 3β12 Bulan
Inilah kunci pemberdayaan.
Pendamping membantu:
- merapikan usaha
- mengatur pengeluaran
- mempromosikan produk
- mendatangkan pelanggan
- menghubungkan dengan komunitas
π Pendamping bukan hanya mengajar, tetapi menemani.
7. Memberi Akses Pasar
Orang kurang berdaya sering bisa memproduksi, tapi tidak bisa menjual.
Solusinya:
- bazar masjid
- pasar desa wisata
- marketplace WhatsApp/IG
- kerjasama reseller tetangga
- titip jual di warung
π Tanpa akses pasar, usaha tidak akan naik level.
8. Bangun Lingkaran Dukungan (Community Support System)
Lingkungan sangat berpengaruh.
Bentuk:
- kelompok usaha kecil
- arisan produktif
- grup WhatsApp pendampingan
- kumpulan jamaah yang saling bantu
π Sendiri cepat lelah, bersama lebih mudah naik kelas.
9. Edukasi Keuangan Keluarga
Latih kanan kiri hal sederhana:
- pisahkan uang usaha dan uang pribadi
- catat pemasukan harian
- buat tabungan Rp 5.000β10.000/hari
- kurangi hutang konsumtif
π Perubahan ekonomi dimulai dari perubahan kebiasaan.
10. Transformasi ke Arah Kemandirian
Indikator bahwa orang tersebut mulai berdaya:
- usahanya berjalan minimal 3 bulan
- dapat memenuhi kebutuhan dasarnya
- pendapatan stabil
- mulai bersedekah
- bisa melatih orang lain
π Tujuan pemberdayaan bukan sekadar bisa usaha, tetapi mandiri.
Ringkasan Model
Bantuan β Keterampilan β Modal β Pendampingan β Pasar β Mandiri
Dengan model ini, orang yang sangat lemah bisa naik kelas hingga menjadi mandiri bahkan berpotensi menjadi muzaki. Itulah strategi dakwah ekonomi yang mengajak. Semoga bisa dipahami dan dilakukan.

Cara mengatasi masalah kemiskinan melalui pengelolaan zakat dengan pendekatan paling terstruktur, mudah diterapkan, dan relevan untuk Kota Yogyakarta (dengan sekitar 500 masjid di Jogja, dan target mustahik 10.000-an dan muzaki minimal 500 an):
A. Prinsip Dasar: Zakat Sebagai Instrumen Pengentasan Kemiskinan
Zakat mampu mengurangi kemiskinan bukan hanya dengan memberi, tetapi dengan:
- Memenuhi kebutuhan dasar mustahik (darurat).
- Menguatkan kapasitas ekonomi mustahik (pemberdayaan).
- Mengubah mustahik menjadi muzaki (transformasi 3β5 tahun).
B. 6 Strategi Utama Pengelolaan Zakat untuk Mengatasi Kemiskinan
1. Pendataan Mustahik Berbasis Masjid (1 Masjid = 20 Mustahik)
- Gunakan data RT/RW β Takmir Masjid β Kelurahan β BAZNAS Kota.
- Setiap masjid mendampingi 20 keluarga miskin, sesuai target Kota Yogya.
- Pendataan (pemetaan masalah objek) meliputi:
- Profil keluarga
- Kondisi ekonomi
- Aset & potensi usaha
- Kebutuhan pelatihan
π Hasil: Data real-time untuk penyaluran zakat tepat sasaran.
2. Penyaluran Zakat Konsumtif Tepat Guna (0β6 Bulan)
Untuk mustahik yang masih sangat lemah:
- Bantuan sembako 3 bulan
- Biaya kesehatan & gizi
- Beasiswa dan seragam sekolah
- Bedah rumah ringan
π Tujuan: Mengangkat mustahik dari kemiskinan ekstrem β kemiskinan moderat.
3. Program Zakat Produktif UMKM (6β36 Bulan)
Program inti untuk mengubah mustahik menjadi pelaku usaha mandiri.
Dilakukan melalui:
a. Bantuan Modal Produktif
- Modal Rp 1β5 juta (bukan utang, bukan hibah bebas).
- Ada akad qardhul hasan atau hibah bersyarat sukses.
- Wajib ada penampingan pelaku usaha.
b. Pendampingan Usaha 24β36 Bulan
Pendamping:
- BAZNAS (amil profesional)
- Akademisi FEB UAD/UTY/UGM
- Komunitas UMKM (SUMU, Kotamas, dll.)
- Media pinbasmui.com
Pendampingan mencakup:
- Manajemen sederhana
- Produksi & packaging halal
- Digital marketing
- Marketplace & reseller
- Pencatatan keuangan
c. Inkubasi Bisnis Syariah Berbasis Masjid
Masjid membantu menyediakan:
- tempat pelatihan
- etalase produk UMKM masjid
- pasar jamaah
- bazar rutin
π Tujuan: Mustahik naik omzet dari Rp 1 juta β Rp 5 juta β Rp 10 juta/bulan.
4. Program Ketenagakerjaan dan Skill Training
Zakat dipakai untuk pelatihan:
- sablon, menjahit, mekanik
- kuliner, bakery
- pertanian urban
- packaging & desain
- kebersihan lingkungan
Output:
- Mustahik punya keterampilan β bisa bekerja atau membuka usaha.
5. Sinergi ABCGFM (Pendekatan Ekosistem)
Agar zakat benar-benar menurunkan angka kemiskinan, semua pihak bersinergi:
| Pihak | Peran |
|---|---|
| A Akademisi | riset mustahik, pelatihan, pendampingan |
| B Businessmen | market link, supply chain, pembelian produk |
| C Community | pendataan warga, advokasi sosial |
| G Government | regulasi, data DTKS, fasilitas |
| F Financial Institution | akses pembiayaan syariah lanjutan (BMT/BPRS) |
| M Media | publikasi, kampanye donasi, branding UMKM |
π Dengan sinergi ini, zakat tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi mesin ekosistem kemiskinan nol 2031.
6. Monitoring & Transformasi Mustahik β Muzaki (36β60 Bulan)
Setiap masjid mengelola:
- Buku monitoring keluarga
- Target 20 mustahik/masjid
- Evaluasi triwulan
- Laporan digital (BAZNAS Kota)
Indikator keberhasilan:
- Pendapatan meningkat
- Keluarga mandiri pangan & pendidikan
- Hutang menurun
- Usaha stabil
- Mulai rutin bersedekah
- Di tahun ke-5: menjadi muzaki minimal zakat Rp 300β500 ribu per tahun.
C. Hasil yang Diharapkan (Skema Kota Yogyakarta 2026β2031)
| Tahun | Target |
|---|---|
| 2026 | Semua 500 masjid punya 20 mustahik binaan |
| 2027 | 30% mustahik keluar dari kategori miskin |
| 2028 | 50% mustahik punya usaha stabil |
| 2029 | 30% lulus menjadi muzaki baru |
| 2030 | Angka kemiskinan turun drastis |
| 2031 | 0 kemiskinan ekstrem + 0 balita gizi buruk |
D. Rumus Sederhana
Jika setiap 1 masjid membina 20 mustahik β 500 masjid membina 10.000 mustahik β 5 tahun kemudian menjadi 10.000 muzaki baru. Hal ini bisa dikopi paste di daerah lain dengan disesuaikan datanya dan solusinya.
Inilah kunci transformasi ekonomi umat. Selalu memberi kiat agar umat makin kuat.
Pertanyaan ttg tema diatas bisa kirim ke WA amin: 0821.3524.2080
