Bagian 1: Mengesakan Allah swt dengan Berbagai Amalan Ibadah

Alhamulillah. Kali ini saya sebagai Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI DIY diminta hadir di acara Silaturrahmi Jamaah Pengajian rutin Ahad wage, Masjid Miftahul Jannah, Ponggalan, Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta. Menurut sependek pemahaman dan praktek saya selama ini sebagai jamaah masjid dan pengurus takmir masjid bahwa Masjid itu adalah pusat spiritualitas umat Islam, tempat di mana kita dapat meningkatkan kualitas iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berbagai kegiatan yang dilakukan. Ifrodulloh bil ibadah yang artinya mengesakan Allah dengan berbagai amalan ibadah yang dilakukan. Dalam konteks ini, kita perlu memahami peran masjid sebagai pusat spiritualitas dan bagaimana kita dapat merawat dan meningkatkan kualitas iman kita.

1.Masjid sebagai Baitullah (Rumah Allah)

Masjid adalah rumah Allah, tempat di mana kita dapat beribadah dan berdoa kepada-Nya. Sebagai Baitullah, masjid harus menjadi tempat yang suci dan bersih, tempat di mana kita dapat merasakan kehadiran Allah SWT dengan amalan ibadah yang dilakukan.

2.Masjid sebagai Baitut Tarbiyah (Rumah Pendidikan)

Masjid adalah tempat pendidikan, tempat di mana kita dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang Islam. Sebagai Baitut Tarbiyah, masjid harus menjadi tempat yang nyaman dan kondusif untuk belajar, tempat di mana kita dapat meningkatkan kualitas iman kita dengan berbagai kegiatan amalan pendidikan terkait dengan dunia pendidikan ilmu.

3.Masjid sebagai Baitud Dakwah (Rumah Dakwah)

Masjid adalah tempat dakwah, tempat di mana kita dapat menyebarkan ajaran Islam kepada orang lain. Dakwah itu intinya mengajak orang lain. Sebagai Baitud Dakwah, masjid harus menjadi tempat yang terbuka dan ramah, tempat di mana kita dapat mengundang orang lain, mengajak orang lain, untuk mengenal Islam dalam kehidupan nyata setip waktu, setiap hari.

Masjid sebagai Baitul Mal (Rumah Keuangan)

Masjid adalah tempat pengelolaan keuangan, tempat di mana kita dapat mengelola zakat, infak, dan sedekah serta wakaf. Sebagai Baitul Mal, masjid harus menjadi tempat yang transparan dan akuntabel, tempat di mana kita dapat mengelola keuangan dengan baik untuk mendukung berbagai program dalam mengesakan Allah swt, seperti ZIS untuk kegiatan fakir, miskin, muallaf, orang yang butuh pertolongan, bantuan hidup, orang yang sedang terherat rentenir, judol, ibnu sabil, dan fisabilillah.

Masjid sebagai Baitul Mu’ammalah (Rumah Kemasyarakatan)

Masjid adalah tempat kemasyarakatan, tempat di mana kita dapat berinteraksi dengan orang lain dan membangun hubungan yang harmonis. Sebagai Baitul Mu’ammalah, masjid harus menjadi tempat yang ramah dan terbuka, tempat di mana kita dapat membangun masyarakat yang sejahtera dalam setiap transaksi yang dilakukan sebagai sarana untuk mengesakan Allah swt juga endingnya.

Masjid sebagai Baitusy Syifa (Rumah Kesehatan)

Masjid adalah tempat kesehatan, tempat di mana kita dapat meningkatkan kesehatan fisik dan spiritual. Sebagai Baitusy Syifa, masjid harus menjadi tempat yang nyaman dan kondusif, tempat di mana kita dapat meningkatkan kualitas hidup kita lahir dan bathin termasuk sehat dalam pendidikan, ekonomi dan pilitik beretika.

Kesimpulan:

Masjid adalah pusat spiritualitas umat Islam, tempat di mana kita dapat meningkatkan kualitas iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan memahami peran masjid sebagai Baitullah, Baitut Tarbiyah, Baitud Dakwah, Baitul Mal, Baitul Mu’ammalah, dan Baitusy Syifa, kita dapat merawat dan meningkatkan kualitas iman kita. Semoga kita dapat menjadi hamba Allah SWT yang taat dan menjadikan masjid sebagai pusat spiritualitas kita. Amin.

Bagian 2: Masjid sebagai Pusat Spiritualitas untuk Merawat dan Meningkatkan Kualitas Iman

Peran masjid fungsinya yang utama adalah sebagai pusat spiritual, profit, dan sosial, serta bagaimana semua itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas iman atau untuk mengesakanNya

Refleksi diri dan jamaah untuk menyambut tahun 2026 dan datangnya bulan Ramadhan.

Beberapa poin kunci yang bisa jadi bahan kajian dan dialog kali ini adalah:

1.Masjid sebagai Pusat Spiritual:

  • Fungsi Utama: Sebagai tempat ibadah, masjid harus mampu menciptakan suasana khusyuk dan mendekatkan jamaah kepada Allah SWT.
  • Program Spiritual: Kajian rutin, tadarus Al-Qur’an, shalat berjamaah, dan kegiatan keagamaan lainnya harus dikelola dengan baik dan menarik.
  • Pembinaan Akhlak: Masjid juga berperan dalam membina akhlak mulia, mengajarkan nilai-nilai Islam, dan menanamkan kecintaan pada Rasulullah SAW.

2.Masjid sebagai Pusat Profit:

  • Pemberdayaan Ekonomi: Masjid bisa menjadi wadah untuk mengembangkan ekonomi umat melalui koperasi syariah, pelatihan kewirausahaan, dan program pemberdayaan UMKM.
  • Pengelolaan ZISWAF: Dana zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf harus dikelola secara transparan dan profesional untuk kesejahteraan umat.
  • Investasi Produktif: Masjid bisa berinvestasi dalam bisnis yang halal dan menguntungkan untuk membiayai kegiatan operasional dan sosial.

3.Masjid sebagai Pusat Sosial:

  • Pelayanan Masyarakat: Masjid harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekitar, seperti memberikan bantuan sosial, layanan kesehatan, dan pendidikan.
  • Pemersatu Umat: Masjid bisa menjadi tempat berkumpul, berdiskusi, dan memecahkan masalah bersama.
  • Pemberdayaan Pemuda dan Lansia: Masjid harus melibatkan pemuda dalam kegiatan positif, seperti pelatihan kepemimpinan, pengembangan diri, dan kegiatan sosial untuk sesama pemuda dan lansia.

Meningkatkan Kualitas Iman:

  • Integrasi: Masjid harus mampu mengintegrasikan ketiga fungsi (spiritual, profit, sosial) secara harmonis.
  • Inovasi: Masjid harus berinovasi dalam program dan kegiatan agar relevan dengan perkembangan zaman.
  • Kolaborasi: Masjid harus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak (pemerintah, lembaga sosial, swasta) untuk mencapai tujuan bersama.
  • Evaluasi: Masjid harus melakukan evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas program dan melakukan perbaikan.

Kunci keberhasilan masjid sebagai pusat peradaban adalah niat yang ikhlas, pengelolaan yang profesional, dan partisipasi aktif dari seluruh jamaah.

Dengan begitu, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi sumber inspirasi, solusi, dan perubahan positif bagi masyarakat sekitarnya atau jamaah semuanya, anak, muda dan tua.

Bagian 3: Masjid sebagai Pusat Spiritual, Pusat Profit, & Pusat Sosial tuk Meningkatkan Kualitas Iman

Masjid adalah pusat spiritual, pusat profit, dan pusat sosial umat Islam. Dalam konteks ini, kita perlu memahami peran masjid yang diantara fungsi utamanya sebagai pusat spiritual, pusat profit, dan pusat sosial, serta bagaimana kita dapat meningkatkan kualitas iman kita selama ini terutama di akhir tahun 2025 dan menyambut datangnya tahun 2026.

1.Peran Masjid sebagai Pusat Spiritual:

  1. Tempat ibadah dan dzikir
  2. Pusat pendidikan dan dakwah
  3. Tempat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah
  4. Pusat kegiatan spiritual dan keagamaan

2.Peran Masjid sebagai Pusat Profit:

  1. Pusat ekonomi umat Islam
  2. Tempat investasi dan bisnis halal
  3. Pusat pengembangan usaha mikro dan kecil
  4. Tempat pengelolaan zakat dan sedekah

3.Peran Masjid sebagai Pusat Sosial:

  1. Tempat kegiatan sosial dan kemasyarakatan
  2. Pusat pelayanan masyarakat
  3. Tempat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah
  4. Pusat kegiatan keagamaan dan kebudayaan

4.Meningkatkan Kualitas Iman:

  1. Meningkatkan kesadaran akan keberadaan Allah SWT
  2. Meningkatkan kualitas ibadah dan dzikir
  3. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang Islam
  4. Meningkatkan silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah
  • Pertanyaan:
  1. Bagaimana kita dapat meningkatkan kualitas iman kita di masjid?
  2. Apa peran masjid dalam meningkatkan kualitas iman jamaah?
  3. Bagaimana kita dapat memanfaatkan waktu di masjid untuk meningkatkan kualitas iman?
  • Jawaban:
  1. Dengan meningkatkan kesadaran akan keberadaan Allah SWT, meningkatkan kualitas ibadah dan dzikir, dan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang Islam.
  2. Masjid dapat menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tempat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah, dan pusat kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
  3. Dengan memanfaatkan waktu di masjid untuk beribadah, berdzikir, dan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang Islam.

Refleksi Tahun 2025 dan Menyambut Tahun 2026:

  • Apa yang telah kita capai dalam meningkatkan kualitas iman di masjid selama tahun 2025?
  • Apa yang perlu kita perbaiki dan tingkatkan dalam meningkatkan kualitas iman di masjid?
  • Bagaimana kita dapat memanfaatkan tahun 2026 untuk meningkatkan kualitas iman di masjid?

Kesimpulan:

Masjid adalah pusat spiritual, pusat profit, dan pusat sosial umat Islam. Dengan meningkatkan kesadaran akan keberadaan Allah SWT, meningkatkan kualitas ibadah dan dzikir, dan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang Islam, kita dapat meningkatkan kualitas iman kita. Semoga kita dapat memanfaatkan waktu di masjid untuk meningkatkan kualitas iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amin.

By Jumarodin: PINBAS MUI DIY, Pusat inkubasi bisnis syariah Komisi Ekonomi.

Bagian 4: Melaksanakan Program Masjid sebagai Fungsi Pusat Spiritualitas

Masjid adalah pusat spiritualitas umat Islam, tempat di mana kita dapat meningkatkan kualitas iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam konteks ini, kita perlu memahami peran masjid sebagai pusat spiritualitas dan bagaimana kita dapat merawat dan meningkatkan kualitas iman jamaahnya.

Doa Keselamatan:

Allahumma innaa nas’aluka selamatan fiddiin
Wa’afiyatan fil jasadi
Waziadatan fil Ilmi
Wabarakatan fi rizki
Wataubatan qablal maut
Warahmatan ‘indzal maut
Wamaghfiratan bakdal maut
Allahumma hawin ‘alaina fi sakaratil maut
Wanajjata minannar
Wal’affa ‘indzal hisab

Artinya:

Ya Allah, kami memohon keselamatan dalam agama
Kesehatan dalam tubuh
Penambahan ilmu
Berkah dalam rezeki
Taubat sebelum kematian
Rahmat saat kematian
Ampunan setelah kematian
Ya Allah, mudahkanlah kami saat sakaratul maut
Selangkan kami dari api neraka
Dan maafkanlah kami saat hisab

Program Masjid:

  1. Pengajian Rutin: Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang Islam
  2. Shalat Berjamaah: Meningkatkan kualitas shalat dan kebersamaan jamaah
  3. Zakat dan Sedekah: Meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan membersihkan harta
  4. Kegiatan Sosial: Meningkatkan kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat
  5. Pendidikan Anak-anak: Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak-anak tentang Islam

Kesimpulan:

Masjid adalah pusat spiritualitas umat Islam, tempat di mana kita dapat meningkatkan kualitas iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan program masjid sebagai fungsi pusat spiritualitas, kita dapat merawat dan meningkatkan kualitas iman jamaahnya. Semoga kita dapat menjadi hamba Allah SWT yang taat dan menjadikan masjid sebagai pusat spiritualitas kita. Amin.

Doa Sayyidul Istighfar

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي
وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ
وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ
أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ
أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ
وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي
فَاغْفِرْ لِي
فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

“Ya Allooh ,

  1. Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau.
  2. Engkau telah menciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu.
  3. Aku berpegang pada perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku.
  4. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah aku lakukan.
  5. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau

Ya Allooh kabulkanlah permohonanku

By MUI PINBAS

PINBAS MUI DIY, pusat inkubasi bisnis syariah. Sebuah lembaga yang kegiatannya mendampingi pelaku usaha UMKM dan Koperasi syariah serta media preneur terutama di DIY